IBX5B7AAC72C70DE Titik Impas (Breakeven Point/BEP), Metode Ringkas Untuk Perhitungan Untung Ruginya Suatu Usaha - Serambi Bisnis

Titik Impas (Breakeven Point/BEP), Metode Ringkas Untuk Perhitungan Untung Ruginya Suatu Usaha

SerambiBisnis.com - Dalam suatu kegiatan usaha, seorang wirausaha selalu mengharapkan perolehan keuntungan di dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Untuk itulah maka perencanaan dilakukan sehingga besarnya keuntungan yang diharapkan dapat tercapai jika kondisi minimal yang dipersyaratkan di dalam suatu usaha terpenuhi terlebih dahulu.

Syarat minimal suatu kegiatan usaha tergantung pada faktor produksi atau sumber daya untuk melakukan kegiatan produksi usaha seperti:
  1. Land/tanah/lokasi usaha; yaitu tempat kedudukan yang digunakan untuk kegiatan usaha baik untuk kegiatan utamanya (lokasi produksi/pabrik/site) maupun kegiatan pendukungnya (lokasi perkantoran/pemasaran/administrasi usahanya), walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk menggabungkannya/menyatukannya dengan pertimbangan efisiensi dan efektivitas usaha.
  2. Labor/tenaga kerja; yaitu wirausahawan itu sendiri dibantu tenaga-tenaga ahli sesuai profesinya masing-masing seperti tenaga di bidang keuangan, produksi, pemasaran dan pengembangan sumber daya manusia yang pada awalnya mungkin saja dirangkap satu-dua orang saja. Namun demikian untuk lembaga perusahaan yang besar, tenaga kerjanya bisa beragam dan dalam jumlah yang banyak dengah kualifikasi/persyaratan pendidikan dan pelatihan yang canggih.
  3. Capital/permodalan; yaitu dana, baik dalam bentuk uang maupun barang untuk dimasukkan dalam setoran modal awal suatu usaha bersama. Modal tambahan dapat diperoleh dari pinjaman bank dimana maksimum besar pinjaman yang sehat adalah dua kali modal disetor.
  4. Raw material/bahan baku; yaitu bahan dasar untuk menghasilkan produk akhir/produk antara yang akan dijual kepada konsumen akhir/pedagang perantara. Sebagai contoh jika kita akan membuat kue maka bahan bakunya adalah tepung terigu, mentega, gula, pandan, telur, maizena, minyak tanah untuk menggunakan kompornya, pewarna dan esen rasa tertentu dan sebagainya.
  5. Teknologi dan informasi; dengan teknologi maka proses dari hasil akhir produksi akan dapat diperbaiki dari waktu ke waktu. Umumnya teknologi dikaitkan pada dua hal yaitu teknologi berorientasi pada penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya (padat karya) serta yang lebih berorientasi pada efisiensi, efektivitas usaha, berbasiskan penggunaan mesin-mesin mutakhir (padat modal). 
Adapun informasi adalah masukan yang kita peroleh dari pihak lain akan adanya suatu peluang usaha sehingga dengan informasi/keterangan tersebut kita dapat memutuskan apakah cukup menguntungkan untuk ikut serta dalam usaha dimaksud atau justru terlalu tinggi resikonya sehingga kita pilih peluang usaha lainnya. Contoh yang paling mudah dan sering kita alami adalah sebagai perantara: jual beli mobil, tanah atau bahkan rumah yang memberikan keuntungan berupa komisi bermula dari informasi adanya calon pembeli mobil/tanah/rumah dan informasi adanya orang yang ingin menjual mobil/tanah/rumahnya. Walaupun masih ada faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi tercapai/gagalnya suatu usaha, namun demikian kelima faktor produksi di atas adalah faktor-faktor utama dalam suatu proses produksi berdasarkan literatur ekonomi mikro/manajemen usaha dan managerial economics/matematika ekonomi saat ini.

Pendapatan, Biaya dan Keuntungan Usaha
Di dalam membuat perencanaan usaha/jual beli, seorang wirausahawan selalu dihadapi pada pengambilan keputusan untuk menentukan barang yang diproduksi, jumlah barang yang diproduksi, biaya yang ditimbulkan dan dibutuhkan untuk memproduksi barang yang dimaksud serta biaya pemasaran, penjualan dan purna jualnya dimana yang tidak kalah pentingnya adalah penentuan harga jual produk tersebut.

Biaya
Suatu jenis produk di dalam biaya pembuatannya di pabrik harus benar-benar diperhitungkan biayanya baik yang terkait secara langsung atas produk tersebut yang disebut dengan biaya variabel dimana total biaya ini secara langsung naik dan turun mengikuti jumlah produk yang dihasilkan. Semakin banyak/sedikit produk yang dihasilkan akan menimbulkan semakin besar/kecil biaya total variabel produk dimaksud (TVC). Adapun biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang harus diperhitungkan sejak awal proses produksi, dimana biaya tersebut akan tetap ada walaupun jumlah menurun atau meningkat (FC). Sehingga total biaya produksi (=TC) adalah merupakan penambahan dari fixed cost dan total variable cost (TC=TVC + FC) dimana TVC = Q x VC.  Q = Quantity/jumlah produk; VC = Variable cost per 1 unit produk.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Herbal

Kuliner

Properti

Teknologi

Kecantikan

Kesehatan

Otomotif

Wisata